Untuk guru produktif & kaprogli SMK

Asisten penyusunan perangkat ajar untuk guru produktif SMK, agar jobsheet siap pakai tanpa menyusun dari nol.

VokasIn menyusun kartu saran langsung dari teks Unit Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja SKKNI resmi. Anda yang menyeret satu per satu ke kanvas modul ajar, memeriksa kelayakan alat lab, lalu mengekspornya — bukan sistem yang meng-auto-generate.

Otonomi tanpa instrumen

Kurikulum Merdeka memberi SMK kebebasan membuka kelas peminatan lintas jurusan — misalnya siswa TKJ mendalami Cloud Computing atau DKV. Tapi kebebasan ini tidak disertai instrumen untuk menurunkan minat tersebut menjadi kompetensi yang terverifikasi dan bisa diajarkan.

9,2%

Pada kasus mitra sertifikasi TBIG (2025), dari 1.569 siswa yang diajukan sekolah untuk pelatihan, hanya 145 siswa (9,2%) yang lulus standar kualifikasi.

Sumber: kasus mitra sertifikasi TBIG, dicatat di PRD.md §2.

1.000+

Dokumen SKKNI resmi sudah terbuka luas per triwulan III 2022 — tapi uji duplikasi pasar menemukan belum ada satu pun alat yang menerjemahkannya otomatis menjadi perangkat ajar siap pakai.

Sumber: PRD.md §2.

Empat langkah, dari SKKNI ke jobsheet

Tidak ada tombol ajaib. Tiap langkah butuh tindakan eksplisit dari Anda.

  1. 1

    Pilih unit kompetensi

    Mulai dari unit kompetensi SKKNI yang relevan dengan kelas peminatan Anda.

  2. 2

    Baca kartu saran dari teks asli

    Sistem menyusun kartu dari Elemen dan Kriteria Unjuk Kerja SKKNI — bukan karangan AI.

  3. 3

    Seret ke kanvas, cek alat lab

    Tarik kartu satu per satu ke modul ajar. Resource Feasibility Checker memeriksa kesiapan alat lab Anda.

  4. 4

    Ekspor jadi dokumen Anda

    Unduh modul ajar sebagai dokumen yang tetap Anda miliki, tanpa akun aktif untuk dibaca ulang.

Kenapa VokasIn

Empat batasan yang sengaja kami pertahankan, bukan fitur yang kami lepas begitu saja.

Bukan generator RPP asal jadi

Kartu saran ditarik langsung dari teks Unit Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja SKKNI asli. Perluasan dengan AI bersifat opsional dan selalu ditandai jelas saat dipakai.

Anda yang memutuskan, bukan sistem

Setiap kartu saran harus Anda seret satu per satu ke kanvas modul ajar. Tidak ada tombol “setujui semua” — friksi ini disengaja.

Cek alat lab dulu sebelum menyarankan

Resource Feasibility Checker mencocokkan fungsi alat, bukan merek dagang, dengan inventaris lab sekolah Anda — supaya tidak ada praktik yang mustahil dijalankan.

Skill di luar standar tidak dibuang

Kompetensi dari sumber sekunder yang belum tercatat di SKKNI ditandai sebagai kandidat kesenjangan (gap), bukan hilang begitu saja — kaprogli yang menindaklanjuti.

Bukan celah yang dibuat-buat

Kurikulum Merdeka mewajibkan sekolah menentukan sendiri kelas peminatannya, tapi tidak menyediakan instrumen untuk menurunkannya menjadi kompetensi yang terverifikasi. VokasIn dibangun untuk mengisi celah operasional itu — bukan pengganti proses sertifikasi resmi BNSP/LSP.

Bisa dibiayai dari dana BOSP

Langganan sekolah dapat dibiayai dana BOSP sesuai Permendikdasmen No. 8 Tahun 2026, komponen “Pelaksanaan kegiatan pembelajaran”, Pasal 42 ayat (1) huruf c: “penyediaan aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan dalam proses pembelajaran”.

Dengan syarat: diposisikan sebagai aplikasi pembelajaran — bukan aplikasi pendataan/pelaporan (larangan Pasal 66 ayat (1) huruf d & e) — dan tercatat dalam RKAS/ARKAS.

Sumber: PRD.md §11.

VokasIn tidak menjanjikan pembangunan infrastruktur skala besar (Knowledge Graph/QuadStore, IaC penuh) pada tahap prototipe — cakupannya sengaja dijaga proporsional dengan anggaran sekolah.

Pertanyaan yang jujur perlu dijawab jujur

Apakah AI di VokasIn bisa salah?

Bisa. Model pencocokan (NER dan embedding similarity) bersifat probabilistik, bukan pasti benar — karena itu setiap kartu saran wajib dikonfirmasi guru sebelum masuk dokumen final. VokasIn tidak pernah mengklaim akurasi mutlak.

Apakah VokasIn menggantikan peran guru?

Tidak. VokasIn mempercepat penyusunan draf awal jobsheet dan rencana praktikum. Keputusan pedagogis — apa yang diajarkan dan bagaimana caranya — tetap sepenuhnya di tangan guru.

Data lowongan kerja diambil dari mana?

Hanya dari sumber legal: API resmi (mis. SIAPkerja/Karirhub, setelah status aksesnya terverifikasi) atau input manual guru/kaprogli. VokasIn tidak pernah scraping portal lowongan manapun, dan jalur sumber sekunder ini bisa dimatikan sepenuhnya tanpa mengganggu fungsi utama yang berbasis SKKNI.

Berapa biaya untuk sekolah saya?

Berlangganan sekolah dapat dianggarkan lewat dana BOSP — lihat rincian dasar hukumnya di bagian Regulasi & Dana di atas.

Bagaimana kalau SKKNI di bidang saya sudah ketinggalan zaman?

SKKNI memang tidak selalu mengikuti kecepatan industri. Untuk itu, skill dari sumber sekunder yang belum tercatat di SKKNI ditandai sebagai kandidat kesenjangan (gap) — bukan ditolak — sehingga kaprogli tetap punya bukti kuantitatif untuk mengusulkan revisi kurikulum.

Ajukan ke kaprogli atau kepala sekolah Anda

Karena VokasIn bisa dianggarkan lewat RKAS/ARKAS dari dana BOSP, langkah paling realistis adalah membawanya ke rapat program keahlian atau ke kepala sekolah — bukan menunggu keputusan dari pusat.